2 Dokter Kecilku


Yu Adis, mama kambuh yuuuuu …
Iya dek ….

Tampa komando, Adisku langsung mengumpulkan semua obat semprot yang ku punya. Di letakkan di meja samping tempat  aku berbaring dengan oksigen di hidungku dan nebulizer di mulutku. Setelah itu dia mengambil segelas air panas tukku. Anakku  Adzan juga tidak tinggal diam, pelan2 dia mengambil bantal, disusun tinggi tuk aku sandari, dan menyelimuti tubuhku.

Aku tidak bisa berbuat apa2, kecuali menutup mata, berusaha agar tetap hidup, tarik napas pelan2 sambil istigfar. 2 dokter kecilku tetap mendampingiku. Adis memijit-mijit telapak kakiku, sedang Adzan memijit-mijit bahu kananku. Sama persis yang dilakukan papanya padaku saat aku kambuh.

Pelan – pelan aku dengar Adzanku bilang, Yu Adis, kita beldoa, bial olloh kasih sembuh mama. Sesaat kemudian aku dengar suara Adisku, ” Ya Allah, kasih sembuh mama Tuty, biar kita bisa berenang-berenang lagi ya Allah, Amin ….

Aku ingin sekali membuka mata, ingin kulihat wajah mereka ketika berdoa, atau setinggi mana mereka tengadahkan tangan mereka, atau kalau perlu aku ingin ambil kamera, ku syuting mereka dari awal, supaya papa bisa lihat, ini anak-anak kita pa, anak yang membuatku hidup pa !

Tapi aku tidak mampu, Menangis harupun aku tidak bisa. Aku cuma bisa bilang dalam hati, Ya Allah, dengarlah doa anak-anakku. Lihatlah mereka ya Allah, jangan Kau ambil nyawaku. Dengarlah doa-doaku, doa seorang ibu ya Allah.

Dan saat aku sudah tertidur disandaran bantal tinggi, ade Adzan menepuk bahuku, katanya ” mama,mama ! aku bobo ya, kalau mama kambuh lagi, mama kasih bangun aku “. Ya Ade, terima kasih ya, dan ketika kulirik ke bawah, Yu Adisku sudah tertidur di bawah kakiku dengan tangan masih menempel di telapak kakiku.

Alhamdulillah,

Alhamdulillah,

Alhamdulillahirabbil Alamin, Ya Allah terima kasih, Kau beri aku anugrah 2 dokter kecil yang cerdik. Dengan umur mereka yang begitu, mereka bisa  tanggap apa yang harus mereka lakukan saat aku kambuh. Kata2 Ade tuk bangunkan dia, posisi tidur Adisku itu samaaaa dengan apa yang papa dayat lakukan untukku setiap hari. Terima kasih ya Allah.