madiun


aku cinta madiun

Tentang Sesak Nafasku


Aku ibarat buah
Dilihat segar, ranum dan menggiurkan
Tapi …
Ketika aku digigit,  aku busuk dan berulat. 


Ya, itu yang aku rasa. Sekilas orang melihatku sehat.  Bisa berjalan, bisa ketawa, bisa bekerja, bisa melakukan apa saja ! tapi ternyata aku punya penyakit. Sesak napas !

Sedih banget, aku mengalami sesak  napas sejak 8 thn lalu,tiba2 sesak dan sampai sekarang aku mengalaminya setiap hari. di dalam kamarku ada oksigen dan nebulizer, sebulan aku menghabiskan 2,3 inhaler, dan inhaler itu kemana2 aku bawa, termasuk ke kamar mandi. Rumah sakit seperti rumah ke 2 buatku. Aku sampe stres. Bahkan pernah berpikir tuk bunuh diri.

Aku sudah berobat kemana2. Hampir semua merk obat cina sudahku coba, sudah berapa macam obat herbal yang aku minum, ke dukun juga pernah dan malah membuatku takut karena dihubung2kan dengan mistik.  Aku sampe tdk tau obat apalagi yang harus aku minum, berapa biaya lagi yang harus aku keluarkan dan doa apalagi yang harus aku panjatkan.

Sekali dua kali, aku memang sering meragukan Allah. Tapi sekarang tidak. Aku,tidak akan berprasangka buruk pada Allah, Mungkin penyakit ini ada karena dosa2ku, mungkin Allah ingin menguji kesabaranku, mungkin juga penyakit ini untuk menghapus dosa2ku. Aku juga tidak bilang berbagai obat yang aku minum cuman iklannya saja yang heboh, enggak, mungkin obat itu tidak bisa menyembuhkanku, tapi obat itu memberikan manfaat yang lain pada tubuhku.

Saat ini,aku merasa menjadi orang yang unik, takut jauh dari rumah karena sewaktu2 aku butuh oksigen atau nebulizer. Aku takut dikerumunan orang banyak,karena takut sumpek, bau farfum n keringat, aku takut naik kendaraan umum, karena orang didalamnya menginginkan kaca jendela yang terbuka lebar atau full AC,  aku benci malam, begitu malam tiba, entah darimana datangnya tenggorokanku langsung bunyi ngik,ngiiikkk , aku benci dingin, benci hujan, apalagi musim angin! aku takut kambuhhhh …Serasa ajal didepan mata, serasa malaikat pencabut nyawa sedang menunggu aba2 dari tuhan atau menunggu keikhlasan saya, rasanya dunia sempit sekali, perasaanku, tdk perlu malaikat menyentil nyawaku, sentuh saja aku pasti langsung mati. Mungkin, sekali saja aku bilang, ya Allah, cabutlah nyawaku. Pasti detik itu juga aku mati, tapi tidak! dalam hati aku selalu berjuang. Ya Allah tidak !  jangan ! aku masih ingin bersama anak2 ku, aku masih ingin hidup, berikan aku napas. aku tetap istigfar, berusaha setenang mungkin, mengatur napas pelan2, tapi tetap berserah diri. Sungguh sangat menyiksa.

Pernah, suatu hari aku mendegar tentang stunt dumond (kalau gak salah) semacam pipa yang dipasang pada saluran pernapasan sehingga saluran itu gak bisa lagi menyempit. Serta merta aku langsung menelpon RS Harapan Jakarta,  jawabannya sangat singkat, ‘ Silahkan bila ingin, biaya sekitar 40,50jt ” Tes…. tampa terasa airmataku jatuh sendiri. Ha ha ha.

Saat ini aku sudah kehabisan daya, upaya dan biaya. Yang sisa cuma sabar, ikhtiar dan ikhlas ! ya, cuma itu yang tersisa, aku berusaha bangkit, ayo semangaaaaat. dikala sehat,  ayo nikmati,  pas kambuh, ayo berjuang. Asma tidak bisa sembuh. Itu kata orang2, kata dokter juga. Tapi tidak, ada tuhan kok. Allah hanya bilang  ‘ kun faya kun ‘  semuanya langsung baik. Ayo beramal, ayo sholat, ayo bangun malam tahajjud,  ayo dzikir, ayo perbaiki diri. Ayo berdoa. Ya, itu yang sedang aku usahakan saat ini.  Aku pikir usahaku tuk sembuh sudah semaksimal mungkin,dan nyatanya aku belum sembuh. Tapi aku  masih ada satu harapan, yaitu percaya akan kebesaran Allah.  Allah maha mendengar, Allah maha melihat, Allah maha kuasa. Jika Allah berkendak, aku pasti  bisa sembuh. Semoga semua ini ada hikmahnya.