Ini Keong Sayaaanggg, bukan bekicot …


Cerita ini kukirimkan waktu ikut lomba Rinso = Kotor itu Baik =

Tapi ternyata gak menang. He he he …..

Kata orang, lendir bekicot adalah obat yang bisa menyembuhkan sesak ku. Makanya waktu kita liburan ke Madiun, hampir tiap pagi dan sore kita berburu bekicot di sekitar rumahku tuk kuminum lendirnya.

Ceritanya ni kita udah pulang ke Wamena, Papua. Pas sore itu anak-anakku pergi ngaji, tapi belum waktunya pulang, anakku sudah pulang dengan baju dari atas hingga bawah lumpur semua. Dari jauh aku sudah teriak, Yuuu…, Ade, kenapa bajunya kotor sekali. ( Masalahnya baju itu baru, dari Madiun kemarin ). Tapi dengan bangganya mereka keluarkan sesuatu dari tasnya. Kata ade Adzan,  “ Mama, aku punya rahasia, aku sudah carikan mama obat, nanti mama minum e, supaya sembuh.  Aku carikan  banyak  ma, lihat ma, penuh to  mamaaaa“. Sambil memberikan kantong itu padaku. Adispun tidak kalah serunya cerita soal hebohnya mereka saat mencari obat ini.

Ya, aku gak jadi marah, aku cuma bisa bilang, ya, ya, yaaaa…. terimakasih, nanti mama minum. Sekarang mandi lagi. Dan ketika aku lihat isi kantong itu, aku langsung ketawa,  dalam hati aku berguman, ini kan bukan bekicot, ini keong. Mana ada bekicot di Wamena. He he he

Alhamdulillah, kedua anakku memang sangat perhatian padaku. Sudah berapa kali mereka membawakan  beberapa jenis tanaman yang sekiranya dia tahu kalau itu pernah dijadikan obat untukku. Kali ini, walau baju barunya jadi korban, gak apa deh, kan ada rinso. Semoga aku sembuh, bukan karena bekicotnya, tapi dari doa dan semangat anak-anakku.   

Iklan