Hari itu …


Tanggal 09 – 02 – 2012…

“ Ma…. Ada mutasi sayang, papa di telp pak Sihombing… Papa ke Lanny Jaya …”

Hah ? ala papaaaa… nanti yang jaga aku malam siapa? Nanti kalau sesakku kambuh ? aku takut ya papaa…. Nanti tdk ada yang gendong ke kamar mandi, bla bla bla… Hekhekhek… seketika itu juga aku menangis. Terbayang semua apa jadinya nanti. Tidak mau ….

Esoknya, esoknya, esoknya, papa berusaha tuk tidak pergi ke Lanny Jaya, menghadap sana, menghadap sini… Dengan alasan aku sakitpun tak ada yang berhasil. Papa stress, aku lebih-lebih stres. Mengingat Lanny Jaya juga bisa di bilang garis merah.. 1 minggu, 2 minggu… hhm… papa harus pergi. Yang kuingat papa bilang, “Ma…Bismillah ya, papa harus berangkat, serahkan semua sama Allah, pasti ini yang terbaik. Papa sudah berusaha, tapi kayaknya memang tidak bisa. Papa dibutuhkan disana. Gak apa – apa ya sayang … Besok papa berangkat ya… Mama harus ingat, ada Allah yang jaga Mama “ .

“ Iya deh pa, Bismillah… “

Dan, malam tiba… Ku peluk kedua anakku, dengan mereka, kita baca doa tidur, doakan papa yang disana … Kangennya dah terasa banget..hahaha. Dan kitapun tertidur….

Allahu Akbar, Allahu Akbar… aku terbangun di pagi hari, tanpa batuk, tanpa sesak, tanpa di gendong, tanpa di pijit, tanpa di elus-elus, tanpa obat semprot, tanpa nebulizer, tanpa… tanpa… tanpa…

Alhamdulillah satu malam tanpa-tanpa…. Allah… kusenang sekali. “ Papa…. Ako bobo nyenyak sekali papa, aku gak kambuh, aku sehat papa ….. “ teriak – teriak aku di telp. Ya Allah, senang sekali… aku sehat. Aku bisa tidur. Aku bisa tidurrrrrr….aku senaaaaaaaanggggg. Alhamdulillahhh…

Malam itu, ku bawa sampe detik ini. 09 September 2016 …. Sehat yang datang begitu tiba-tiba…. Malam itu awal dariku buang semua obat semprotku, kubuang semua kapsul-kapsul sesak dari kulkasku, malam itu, malam kemarin, malam ini, tadi malam, tidurku selalu nyenyak. Aku sudah sehat, sehat seperti aku tidak pernah tau apa itu sesak. aku gak butuh lagi penghangat ruangan, aku gak butuh lagi tidur dengan berlapis-lapis jaket, sarung tangan plus kaos kaki. Aku gak butuh ditemani obat semprot di bawah bantalku, nebulizer di sampingku, aku rasa sehat… aku rasa seperti orang normal.

11 tahun …. Akhirnya aku sembuh. Ya Allah… begitu besar nikmat yang Kau berikan, hanya dengan kata BISMILLAH… Kau sembuhkan aku. Sungguh luar biasa. Terima Kasih ya Allah, terima kasih juga karena dr. Yoki kau kenalkan padaku. Ternyata inilah maksudMu….maafkan aku yang sudah bersu’udzon ya Allah.

Hatinya yang lembut …


Jumát, 26 Agustus 2016

Gigiku sakit….

Wadooowww… nyut2, panas, tembus ke kepala. Mata seakan-akan mau lompat. Kiri kanan, atas, bawah semuanya tiba2 sakeeetttt… mama yoooo. Gak bias tidur, gak bisa makan. Toeng2 bikin emosi saja bawaannya…. Ponstan sudah habis 1 papan, ni paracetamol n amoxilinpun tinggal 2 biji, tapi hilang sesaat, muncul lagi…. Aaggrrhhh… tolooonngggg !!!

 

Ting tung, ting tung, ting tung, ting tung, ting tung, ting tung, bel pintu bunyi gak berhenti, padahal….. mataku baru saja ku tutup, rasanya mengantuk tiba-tiba…. Sesaat tidurku rasanya nyenyaaaakkkk sekali, tapi bel pintu ini bikin kaget n pusing dengan tiba-tiba. Tandukku berdiri. Emosiiiii !!! HHEEHHH… Siapakah ini? Awas betul ….

 

“Tekan bel itu 1 kali saja! Tunggu, kalau tidak ada yang buka, tekan lagi ! Kayak udik saja. Orang lagi tidur, sakit gigi, ganggu saja ! “Aku ngomel panjang kali lebar pokoknya. Dengan suara lantang dan teriak2. Tapi apa… yang di omeli hanya diam, masuk rumah masih dengan salam, ambil air wudhu, shalat lalu masuk ke dapur n gak tau apa yang di kerjakan. Aku masih di atas ranjang, dengan muka busuk. Ha ha ha… Setelah itu, dia masuk dan pamit… “Ma, ikan papa sudah bersihkan, terserah mama mau di masak apa, papa pergi cukur dulu ya… Assalamu Alaikum.

 

Hmm…. Dia masih tetap lembut.

Ya Allah istri macam apa aku ini. Bentak-bentak dia yang sudah sangat sayang padaku. Aku bodoh ya, heehhhhhh… aku shalat dulu, biar setannya hilang. Trus aku telp dia, batinku… tapi ternyata begitu aku pegang HP ku, sdh ada pesan masuk dari dia… isinya meneteskan air mataku, “Maaf ya ma…. Papa tidak bermaksud buat mama marah, mungkin mama capek atau pas terlelap papa ganggu dengan suara bel yang papa tekan ulang-ulang. Papa terlalu semangat bawakan mama dan anak-anak ikan dan buah-buahan. Sekali lagi papa minta maaf ya sayang ….

 

Astagfirlah Hal adziimm..… cepat-cepat ku balas SMS nya… cepat-cepat ku sampaikan permintaan maafku. Ya Allah, terima kasih untuk suamiku ini, Dia betul-betul istimewa untukku.