Segelas susu buat mas Adzanku…


“Bos A”…. alias mas Andan, adek Adzan… nama2 yang  sering ku sapa tuknya… tergantung moodku…

Ayo sayang, duduk dulu. Minum susu. baca doa sama2 e… ” Bismilah…Ya Allah, jadikan susu ini, susu yang bermanfaat buat ade Adzan, jadikan anak yang sholeh, sehat,kuat,pintar,cerdas,tinggi,gagah,beriman,bertaqwa,berguna bagi nusa dan bangsa. Aamiin…..

Ha ha ha… lucu ya, tapi itulah yang ku lakukan buat bos Adzanku. Menemaninya minum susu, mengelus2 kepalanya sambil baca doa. Untuk ukurannya, usia dan tinggi badannya belum seimbang. Tapi aku yakin, doaku tidak akan sia2. Insya Allah.

Mas adzan… fighting ya.

Hari itu …


Tanggal 09 – 02 – 2012…

“ Ma…. Ada mutasi sayang, papa di telp pak Sihombing… Papa ke Lanny Jaya …”

Hah ? ala papaaaa… nanti yang jaga aku malam siapa? Nanti kalau sesakku kambuh ? aku takut ya papaa…. Nanti tdk ada yang gendong ke kamar mandi, bla bla bla… Hekhekhek… seketika itu juga aku menangis. Terbayang semua apa jadinya nanti. Tidak mau ….

Esoknya, esoknya, esoknya, papa berusaha tuk tidak pergi ke Lanny Jaya, menghadap sana, menghadap sini… Dengan alasan aku sakitpun tak ada yang berhasil. Papa stress, aku lebih-lebih stres. Mengingat Lanny Jaya juga bisa di bilang garis merah.. 1 minggu, 2 minggu… hhm… papa harus pergi. Yang kuingat papa bilang, “Ma…Bismillah ya, papa harus berangkat, serahkan semua sama Allah, pasti ini yang terbaik. Papa sudah berusaha, tapi kayaknya memang tidak bisa. Papa dibutuhkan disana. Gak apa – apa ya sayang … Besok papa berangkat ya… Mama harus ingat, ada Allah yang jaga Mama “ .

“ Iya deh pa, Bismillah… “

Dan, malam tiba… Ku peluk kedua anakku, dengan mereka, kita baca doa tidur, doakan papa yang disana … Kangennya dah terasa banget..hahaha. Dan kitapun tertidur….

Allahu Akbar, Allahu Akbar… aku terbangun di pagi hari, tanpa batuk, tanpa sesak, tanpa di gendong, tanpa di pijit, tanpa di elus-elus, tanpa obat semprot, tanpa nebulizer, tanpa… tanpa… tanpa…

Alhamdulillah satu malam tanpa-tanpa…. Allah… kusenang sekali. “ Papa…. Ako bobo nyenyak sekali papa, aku gak kambuh, aku sehat papa ….. “ teriak – teriak aku di telp. Ya Allah, senang sekali… aku sehat. Aku bisa tidur. Aku bisa tidurrrrrr….aku senaaaaaaaanggggg. Alhamdulillahhh…

Malam itu, ku bawa sampe detik ini. 09 September 2016 …. Sehat yang datang begitu tiba-tiba…. Malam itu awal dariku buang semua obat semprotku, kubuang semua kapsul-kapsul sesak dari kulkasku, malam itu, malam kemarin, malam ini, tadi malam, tidurku selalu nyenyak. Aku sudah sehat, sehat seperti aku tidak pernah tau apa itu sesak. aku gak butuh lagi penghangat ruangan, aku gak butuh lagi tidur dengan berlapis-lapis jaket, sarung tangan plus kaos kaki. Aku gak butuh ditemani obat semprot di bawah bantalku, nebulizer di sampingku, aku rasa sehat… aku rasa seperti orang normal.

11 tahun …. Akhirnya aku sembuh. Ya Allah… begitu besar nikmat yang Kau berikan, hanya dengan kata BISMILLAH… Kau sembuhkan aku. Sungguh luar biasa. Terima Kasih ya Allah, terima kasih juga karena dr. Yoki kau kenalkan padaku. Ternyata inilah maksudMu….maafkan aku yang sudah bersu’udzon ya Allah.

Hatinya yang lembut …


Jumát, 26 Agustus 2016

Gigiku sakit….

Wadooowww… nyut2, panas, tembus ke kepala. Mata seakan-akan mau lompat. Kiri kanan, atas, bawah semuanya tiba2 sakeeetttt… mama yoooo. Gak bias tidur, gak bisa makan. Toeng2 bikin emosi saja bawaannya…. Ponstan sudah habis 1 papan, ni paracetamol n amoxilinpun tinggal 2 biji, tapi hilang sesaat, muncul lagi…. Aaggrrhhh… tolooonngggg !!!

 

Ting tung, ting tung, ting tung, ting tung, ting tung, ting tung, bel pintu bunyi gak berhenti, padahal….. mataku baru saja ku tutup, rasanya mengantuk tiba-tiba…. Sesaat tidurku rasanya nyenyaaaakkkk sekali, tapi bel pintu ini bikin kaget n pusing dengan tiba-tiba. Tandukku berdiri. Emosiiiii !!! HHEEHHH… Siapakah ini? Awas betul ….

 

“Tekan bel itu 1 kali saja! Tunggu, kalau tidak ada yang buka, tekan lagi ! Kayak udik saja. Orang lagi tidur, sakit gigi, ganggu saja ! “Aku ngomel panjang kali lebar pokoknya. Dengan suara lantang dan teriak2. Tapi apa… yang di omeli hanya diam, masuk rumah masih dengan salam, ambil air wudhu, shalat lalu masuk ke dapur n gak tau apa yang di kerjakan. Aku masih di atas ranjang, dengan muka busuk. Ha ha ha… Setelah itu, dia masuk dan pamit… “Ma, ikan papa sudah bersihkan, terserah mama mau di masak apa, papa pergi cukur dulu ya… Assalamu Alaikum.

 

Hmm…. Dia masih tetap lembut.

Ya Allah istri macam apa aku ini. Bentak-bentak dia yang sudah sangat sayang padaku. Aku bodoh ya, heehhhhhh… aku shalat dulu, biar setannya hilang. Trus aku telp dia, batinku… tapi ternyata begitu aku pegang HP ku, sdh ada pesan masuk dari dia… isinya meneteskan air mataku, “Maaf ya ma…. Papa tidak bermaksud buat mama marah, mungkin mama capek atau pas terlelap papa ganggu dengan suara bel yang papa tekan ulang-ulang. Papa terlalu semangat bawakan mama dan anak-anak ikan dan buah-buahan. Sekali lagi papa minta maaf ya sayang ….

 

Astagfirlah Hal adziimm..… cepat-cepat ku balas SMS nya… cepat-cepat ku sampaikan permintaan maafku. Ya Allah, terima kasih untuk suamiku ini, Dia betul-betul istimewa untukku.

Ini Keong Sayaaanggg, bukan bekicot …


Cerita ini kukirimkan waktu ikut lomba Rinso = Kotor itu Baik =

Tapi ternyata gak menang. He he he …..

Kata orang, lendir bekicot adalah obat yang bisa menyembuhkan sesak ku. Makanya waktu kita liburan ke Madiun, hampir tiap pagi dan sore kita berburu bekicot di sekitar rumahku tuk kuminum lendirnya.

Ceritanya ni kita udah pulang ke Wamena, Papua. Pas sore itu anak-anakku pergi ngaji, tapi belum waktunya pulang, anakku sudah pulang dengan baju dari atas hingga bawah lumpur semua. Dari jauh aku sudah teriak, Yuuu…, Ade, kenapa bajunya kotor sekali. ( Masalahnya baju itu baru, dari Madiun kemarin ). Tapi dengan bangganya mereka keluarkan sesuatu dari tasnya. Kata ade Adzan,  “ Mama, aku punya rahasia, aku sudah carikan mama obat, nanti mama minum e, supaya sembuh.  Aku carikan  banyak  ma, lihat ma, penuh to  mamaaaa“. Sambil memberikan kantong itu padaku. Adispun tidak kalah serunya cerita soal hebohnya mereka saat mencari obat ini.

Ya, aku gak jadi marah, aku cuma bisa bilang, ya, ya, yaaaa…. terimakasih, nanti mama minum. Sekarang mandi lagi. Dan ketika aku lihat isi kantong itu, aku langsung ketawa,  dalam hati aku berguman, ini kan bukan bekicot, ini keong. Mana ada bekicot di Wamena. He he he

Alhamdulillah, kedua anakku memang sangat perhatian padaku. Sudah berapa kali mereka membawakan  beberapa jenis tanaman yang sekiranya dia tahu kalau itu pernah dijadikan obat untukku. Kali ini, walau baju barunya jadi korban, gak apa deh, kan ada rinso. Semoga aku sembuh, bukan karena bekicotnya, tapi dari doa dan semangat anak-anakku.   

Gemuk ? mauuuuuuuu …..


Ich, aku ketemu temanku di pusat perbelanjaan, ya ampun. Dia dulu kuruuuuuusss banget. pokoknya badannya tipis sekali. Sekarang dia kelihatan gemuk, sehat, segar bugar. aduuuuuhhh, aku mau sekali gemuk. tapi gak bisa. Ya Allah kasih sembuh aku.


“ Ini Tubuhku,

   Ini Diriku,

   Sesak ini, bagian dari hidupku,

  Kalau aku mau tubuh ini tetap bisa hidup, aku harus kuat.

  Ikhlas, berjuang, berdoa dan semangat “.

 

@@@   Ma, walaupun papa dan anak-anak tidak merasakan sesaknya, tapi papa dan anak-anak juga ikut berjuang untuk mama. Anak-anak menyiapkan dirinya sendiri tuk ke sekolah, mengaji, belajar sendiri, mengambil makan sendiri dll, itu juga mereka berjuang ma, mereka berusaha tidak ganggu mama, mama kan sering lihat anak-anak menangis kalau mama sakit. Kalau memang masih ada yang membuat mama marah, maklumi saja ma, mereka masih anak-anak.

Papa juga, dengan tiba-tiba harus meninggalkan kantor, padahal ada pekerjaan yang harus segera selesai. Papa, harus menahan perasaan tidak enak terhadap bosnya papa, atau papa  harus ingkar janji dengan teman-teman papa, tidak apa. Papa ikhlas temani mama. Kita semua berjuang tuk mama,  jadi tolong, mama jangan bilang lagi kalau mama sudah gak kuat, mama putus asa. Kan mama sudah janji sama papa. Betul, Papa temani, papa akan jaga. Semua sayang mama, semua butuh mama. Yang semangat ya sayang … Yang ikhlas. Semakin besar semangatnya mama, semakin besar ikhlasnya Papa @@@

 

Sungguh, Suamiku adalah anugrah terindah yang Allah berikan.  Sungguh indah.  Alhamdulillah.


Kutipan dari buku diaryku tgl 06 Mei 2008

Ya Allah, Udara adalah anugrah yang kau berikan pada makhluk hidup di dunia ini

Maka ku mohon ya Allah,

Biarkan aku menikmati udara itu,

Biarkan aku menghirupnya dalam-dalam.

Dalaaammmm sekali.

Ya Allah,

Udara adalah milik Mu.

Maka saat ini aku datang.

Memohon, meminta pada Mu. Hanya pada Mu ya Allah.

Previous Older Entries