Dukun apa dukun …


Aduh, sakit perutku ketawa ni, adikku sampe salah bumbu karena kita berempat ketawa di dapur. Apalagi kakak iparku tuh, mbak Ika. Ketawa sampe gak ada suaranya. Ceritaku ini memang cerita yang betul – betul lucu n sadis. Bener deh.

Ni, Aku baru pulang dari Bank. Trus aku cerita kalau aku baru aja ketemu seseorang yang aku tidak ingin ketemu dia dalam hidupku. Mereka langsung ingat cerita beberapa tahun yang lalu.

Kata Orang, dirumahnya dia buka pengobatan alternatif gitu, ya, karena aku mau sembuh, aku langsung pergi malamnya. Dan apa yang terjadi ? Oh tuhaaannn,  Aku mau mati dibuatnya. Bhayangkan, begitu lihat aku, katanya aku ni sakit karena dibikin-bikin orang, serta merta aku di proses. Kaki, tangan, badanku semuanya di pegangi, trus di bawah jempol kakiku tuh di pijit gitu, kukunya tajam banget nembus di kulitku, sakitnya minta ampun, aku sampe teriak-teriak. Sakiiiiittt, sakit, sakit …..tapi dia malah bentak  – bentak, kamu siapa ? kamu siapa ? keluar gak ! keluar gak !

 Aduh, berulang-ulang kali aku teriak, aku Tuty, aku Tuty, dia masih gak percaya gitu, malah ambil biji beras, ditusuk lagi ke kakiku. Ampun deh …. Aku sampe gak tau, mau marah, nangis,ketawa atau sesak malam itu. Pokoknya malam itu, malam pertama dan terakhir aku injak rumahnya. Gak mau. Tobat soto babat. Kapok aku !

TRICAJUS


Apa itu Papa ? Biasa deh, aku tuh kalau lihat suamiku pulang bawa sesuatu gitu, aku dan anak2 pasti senang, Karena suamiku itu memang penuh dengan kejutan.

” Obat sayang …… “

Ah, papa beli lagi, papa ni, kan saya sudah bilang, gak usah beli-beli obat lagi. Habis deh uang  papa kalau beli obat terus. Kapan beli yang lain….. saat itu, aku memang sudah mulai-mulai streng  ni, mulai down lagi gitu …

Nggak…. Papa gak beli, ini dikasih pak Sihombing 10 bungkus. Katanya untuk mama coba. Ya, kalau mama belum mau minum, papa taruh aja di atas sini ya, nanti kalau mama mau, papa bikinkan.

Sehari, dua hari, seminggu n sebulan. Itu obat masih nongkrong di atas kulkas. Kupikir-pikir, sayang ya, udah di kasih orang, katanya mahal, gak diminum lagi. Aduh, mubadzir banget. Akhirnya ku seduh 1 bungkus. Rasanya enak, serasa minum nutrisari. Tapi tidak tunggu berapa menit, aku langsung = geyeng, ta prov tak berdaya = pusingnya minta ampun, leherku tegang,  badan terasa lemas dan mual banget.  ya, ku pake baring aja sambil nunggu masku pulang.

Ternyata, aku yang salah. harusnya 1/4 aja kata suamiku. Nah, karena berdasarkan kata mubadzir itu, aku tetap aja minum yang 10 bungkus itu. Walau jarang-jarang. Dan suatu pagi ….. saat aku sedang membersihkan kamarku, aku merasa ada yang aneh, kok tumben ya, gak ada kertas – kertas tissue yang berhamburan ? Ku ingat-ingat, kayanya kemarin juga begitu, kemarinnya juga. Ada sih, tapi paling cuma satu dua.

Iya bener ! kayanya tidur malamku sudah agak bagus. Jarang tuh ada lendir-lendir yang setiap malam mengganggu tidurku. ( Kan hukumnya wajib tuh,  didekat tempat tidurku ada tissue, inhaler ama HP. Jadi kalau aku merasa ada lendir, aku tinggal tarik aja tissue tuk lendirnya, trus tissue nya aku lempar kesana kemari ). Makanya kalau pagi, uhhhh, tissue pasti berhamburan.

Pasti ini karena TRICAJUS……..

Sesaknya masih, tapi aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Semoga TRICAJUS bisa membawa manfaat lebih lagi bagi tubuhku.

Album Bahagiaku


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

[slideshow[

Surat Buat Allah


“ Sayang, Jangan lupa baca doa dulu, supaya tidurnya nyenyak “.

Ya eyyalah ! pasti malam ini tidurku nyenyak ! gak sesak ! dada tidak berat ! napas plong ! KAN SUDAH MINUM OBAT ! Emangnya Allah yang bikin tidurku nyenyak !

Dengan lantang kukeraskan suaraku ketika masku ingatkan aku tuk baca doa dulu sebelum tidur.Ich, memang hatiku sedang jengkel sekali. Tiap hari harus bernapas dengan satu dua, dada terasa ditindis dengan batu besar, ugh, inginnya ku angkat batu itu, tapi gimana caranya ? Jangankan tuk angkat tangan, angkat 1 jari saja seperti habis lari marathon ! Hosaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!

Tiap hari harus minum obat, Dexa, Prednison, Salbutamol, Aminophilin atau ranitidin ! Terlambat minum, outs tunggu sudah, monster sesak pasti datang ! Kapan pagiiiiii !!! karena saya gak suka malam dan setiap pagi adalah pagi yang berat, mesti pake nebulizer dulu tuk bisa bangkit ! Belum lagi inhaler yang harus ada digenggamanku setiap detik. achhhh, saya gak suka sesak ini.

Berkali – kali saya bilang, saya gak suka penyakit ini, saya gak suka di titipi penyakit ini, saya gak suka dikasih ujian ini, saya gak sukaaaa !!! Karena sesak ini seakan-akan merampas semua kebahagiaanku.Banyaknya penyakit di dunia ini, kenapa saya yang dikasih penyakit ini. Banyaknya orang didunia ini, kenapa juga saya yang ditugasi jaga penyakit ini.

Egois, gak adil ! gak adil !!!! Kita cuma di suruh yakin, yakin dan yakin saja dengan kebesaranNya, Kita dituntut untuk sabar, sabar dan sabar menjalaninya, kita disuruh untuk selalu, selalu dan selalu berusaha serta semangat. Satu lagi, kita harus tau bahwa = Ada Rahasia di Balik Rahasia = Iya memang benar, tapi rahasia apa ? bukannya sesak ini sudah 10 thn ? Bukannya saya sudah berusaha berobat kesana kemari ? Bukannya saya sudah berdoa ?

Iya, saya tau saya gak bisa sembuh ! tapi tolong Ya Allah, kurangilah …… Jangan siksa saya setiap hari. Semakin saya berusaha, semakin parah yang saya rasakan. Kalau memang karena dosa-dosaku, bukannya tiap hari saya bersujud memohon ampunananMu? Apa saya gak pantas tuk dimaafkan ? Atau ada cara tuk menebus kesalahan itu ?

Pokoknya saya gak mau berdoa, karena bukan Allah yang bikin tidurku nyenyak.Bukan Allah yang bikin napasku lega. Tapi OBAT yang bikin saya tenang, inhaler yang selalu menemani saya dimana-mana, Inhaler yang selalu kupeluk sepanjang malam,memangnya Allah yang bikin saya sembuh ? buktinya sesak tidak akan hilang tanpa obat,  padahal sudah kutahan dengan istighfar, dengan sabar, dengan doa dan air mata.  Sehari, dua hari, tiga hari sesak ini tidak hilang, tapi ketika kuminum obat, paling lama 10 menit, sesak langsung HILANG !

ALLAHU AKBAR, ALLAAAAHUUUU AKBAR !

Deg ! Suara Adzan shubuh di mesjid. Sungguh mengganggu, bukan mengganggu telingaku, tapi mengganggu pikiran dan hatiku. Bercampur baur di hati, sholat ? tidak ? sholat ? tidak ? sholat atau tidak e ? Kenapa ingin sekali saya bangkit, berwudu lalu shalat ? Maunya tidak sholat, tapi kalau sesak tidak ada yang saya panggil kecuali nama Allah, Allah dan Allah. Ku lihat suamiku, Suamiku yang begitu istimewa, anak-anak yang ingin saya temani sampai tua, saudara-saudara yang menyemangatiku, Ku ingat juga orang tuaku yang belum sempat kubahagiakan. Ku ingat –ingat, ternyata banyak yang Allah sudah berikan padaku, yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

Ya Allah, kenapa saya gak ingat itu ? Harusnya saya ingat apa yang sudah Engkau berikan padaku. Harusnya saya bersyukur dengan napas satu dua itu, karena walau dengan napas itu saya masih bisa berada di tengah-tengah mereka. Harusnya saya bersyukur walau saya sakit tapi masih bisa beli obat, dibanding orang lain. Kenapa saat budrek datang, pikiran – pikiran bodoh itu ada. Kenapa saat datang waktu shalat, saya gak bisa tinggalkan shalat. Kenapa tanpa disengaja saya berdzikir namaMu, kenapa selalu ku ingat Engkau. Kenapa saya takut diminta pertangungjawaban kalau bunuh diri, Kenapa saya suka dengar lagu tantangMu, Dan saya suka dengar ayat-ayat suciMU. Kupikir-pikir, ternyata CINTAKU kepadamu begitu besar ya Allah.

Tidak, Tidak ! Saya tidak akan mengeluh lagi tentang sakitku ! Saya akan sabar, saya akan Ikhlas ! Dengar suamiku, dengar saudara-saudara, Ibu, bapak, dengar semuanya ! Saya tidak tidak akan mengeluh, Saya akan hadapi ujian ini dengan penuh ikhlas dan sabar. Tidak akan ada lagi keluhan. Tidak ada lagi ratapan. Tidak ada lagi prasangka buruk pada Allah. Sebisa mungkin kutahan airmataku. Mulai detik ini. Ya, mulai detik ini, Kali ini saya janji. Tidak akan ada lagi.

Astagfirlah Hal Adzim, Astagfirlah Hal Adzim. Ampun ya Allah …….. Ampun . Buanglah pikiran-pikiran yang tidak berguna dari dalam otakku, Besarkanlah rasa CINTAKU kepadamu ya Allah, Sambutlah CINTAKU Ya Allah, Terimalah CINTAKU ya Allah. KU MOHON ….. Amin.

Aku Sesak


Gak bisa bernapas, gak bisa bergerak. Gak bisa bicara. Jangan bentak, jangan marah, bukan gak mau nurut, bukan gak mau dengar, aku  mau ! tapi tunggu dulu, pelan-pelan. Begini posisiku yang enak, begini posisiku yang bisa buat saya tenang, maaf, jangan marah. Aku maunya sembuh kok, mau sekali sesak ini hilang, mau cepat hilang rasa takut ini. Toloooongg, jangan marah, jangan bentak, pahami aku !

Ibu sandar, angkat kepala, badan kasih lurus, ibu pegang ini ( nebulizer), ibu jangan panik, ibu jangan melawan, ibu dengar, bla bla bla …..  dan kata-kata di atas yang sering aku teriakkan  di dalam hatiku saat aku sesak dan berada di tengah orang-orang yang gak ngerti sesakku. Wajar mereka gak tau rasanya. Tapi sungguh, aku betul-betul tidak mampu, untuk membuka mata saja aku butuh tenaga yang luar bisa, disentuh dengan 1 jari saja seperti aku memikul berton-ton beras. Apalagi disuruh bergerak,  disuruh pegang sendiri nebulizerku. Maaf, betul – betul maaf, aku tidak melawan, tapi sabar ya, tunggu aku atur napas dulu tuk bergerak sesuai keinginan kalian.  Maaf, betul – betul maaf, sedikiiiiit lagi aku akan perbaiki posisiku, maaf, betul-betul maaf, tolong jangan suruh aku pegang sendiri nebulizerku, mana tali pengaitnya di telinga? Maaf, betul-betul maaf,jangan tambah sesakku dengan kata-kata memang asma seperti itu, memang asma tidak bisa sembuh, memang asma tidak bisa hilang dll. Dan maaf betul – betul maaf, jangan kerumuni aku, memang aku seperti orang gila, kebingungan, tapi aku butuh udara, walau sebenarnya udara itu ada. Maaf betul-betul minta maaf  tuk suamiku, setiap hari waktumu tersita untuk merawatku.

Cukup Ya Allah


Sesak ya Allah.

Cukup ya Allah. Hamba mohon cukupkan sampai disini cobaan tuk hamba ya Allah.

Amin

Ha ha ha


” Pa, malam Sabtu antar aku ke alun2 ya pa, temanku mau ketemu “

Kemarin malam anakku teriak gitu terus sama papanya. Kata-katanya diulang beberapa kali. Akhirnya ku tanya, memangnya mau ngapain di alun2. Trus teman siapa yang mau ketemu? perempuan atau laki2 yu ?

Dengan lugunya anakku jawab gini, ” laki-laki ma, teman satu kelas to, Putra.

Heh, laki2 ? ngapain yu …. tanya papanya

Gak tau pa, tadi dia lempar aku kertas, trus aku baca dia bilang, adis, malam sabtu kita ketemu di laun – alun e.

What ? aku sampe sakit perut menahan tawa, papanya juga. Ya Allah, lucu banget, anak kelas 2 SD gitu lhooooo

Previous Older Entries Next Newer Entries